Iasudah tentu bukan merujuk kepada wilayah tertentu dari sudut geografi kerana Empayar Byzantine Rom telah pun berkubur selepas penaklukan Konstantinopel oleh Sultan Muhammad al-Fatih dalam tahun 1453M (857H).
Tidakada yang pernah menduga bahwa penakluk roma dan khalifah akhir zaman yang sesuai manhaj nubuwwah adalah generasi kita,atau anak cucu kita ,bahkan mungkin dari dalam rumah kita. "Penaklukan pertama ( Konstantinopel) telah berhasil direalisasikan melalui tangan Muhammad Al-Fatih al-'Utsmani.
Bahwamuslimin akan membuka Konstantinopel lebih dulu, baru Roma. Itu artinya, sudah 15 abad sejak Rasul menyampaikan nubuwwatnya tentang penaklukan Roma, hingga kini belum juga Roma jatuh ke tangan muslimin. Kekaisaran Romawi terpecah dua, Katholik Roma di Vatikan dan Yunani Orthodoks di Byzantium atau Constantinople yang kini menjadi Istanbul.
Sehari jelang 'Fathu Al-Qustantiniyyah' sebuah refleksi Penaklukkan Konstantinopel oleh seorang anak muda yang kemudian merubah putaran roda sejarah dan tentunya dilandasi inspirasi Rabbani lewat pembenaran dan keyakinan akan pesan Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam 800 tahun sebelumnya.
Pada Selasa, 29 Mei 1453, menjelang waktu Ashar Konstantinopel ibu kota Romawi berhasil ditaklukkan di tangan pasukan Muhammad Al Fatih. Bukan sembarangan ternyata penaklukan Konstantinopel ini menjadi pembuktian basyirah (kabar gembira) Rasulullah saw delapan abad sebelumnya. Dalam suatu riwayat dijelaskan,
PenaklukanRoma dan Konstantinopel dalam Sebagian Riwayat Ahlusunnah Ahlusunnah mengutip sebuah riwayat dari Rasulullah Saw yang di dalamnya menyinggung tentang penaklukan Konstantinopel dan pujian kepada pasukan dan panglima yang menaklukan kota tersebut. "Sesungguhnya Konstatinopel akan takluk.
SKt7. loading...Muhammad Al-Fatih dan Hagia Sophia. Foto/Ilustrasi/Ist/Anadolu agency MISI penaklukan umat Islam atas konstantinopel adalah misi suci yang mengemban amanah sebuah hadis Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa salam SAW . “Sesungguhnya Konstantinopel itu pasti akan dibuka ditaklukan. Sebaik-baik pemimpin adalah pemimpinya, dan sebaik-baik pasukan adalah pasukannya.”HR Bukhari. Baca Juga Hadis ini membakar semangat juang kaum muslim pada tiap generasi untuk membebaskan negeri itu. Dan memang, upaya penaklukan Konstantinopel memakan waktu yang sangat panjang dan perjuangan yang tak ringan. Namun kaum muslimin sangat percaya dan meyakini apa yang dikatakan Nabi pasti terjadi dengan izin Allah SWT. Delapan abad berlalu setelah hadis ini, tepatnya pada tahun 1453 M, Konstantinopel berhasil ditaklukan oleh kaum muslimin di bawah pimpinan Muhammad Al-Fatih . Terbuktilah apa yang pernah dikatakan oleh Nabi Muhammad SAW berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari itu. Baca Juga Bisa dibilang, penaklukan Konstantinopel karena dorongan iman kepada Allah SWT yang disemangati oleh hadis Nabi yang menjanjikan kota itu akan dapat ditaklukkan. Sebagai orang muslim, setiap mereka pada saat itu berharap merekalah yang akan mendapatkan gelar yang dikabarkan oleh Rasulullah itu dan mendapatkan keutamaan di sisi Allah. Baca Juga Hadis inilah yang menjadi landasan dan motivasi bagi kaum muslimin dalam mewujudkan proyek besar tersebut. Hadis ini pula yang selalu disampaikan kepada Muhammad Al-Fatih oleh para pula, sudah ratusan tahun lamanya kota Konstantinopel menjadi pusat kemegahan bangsa Romawi . Pusat peradaban dan kebudayaan. Di sisi lain, kaum muslimin telah dapat menaklukkan Madain, pusat kekuasaan orang Parsi. Kala itu, umat Islam berpikir Konstantinopel tinggal selangkah lagi. Baca Juga Di luar itu, konstantinopel memang menggoda. Ini adalah kota yang indah. Sudah begitu, letaknya sangat strategis karena menghubungkan antara dua benua Asia dan Eropa. Menguasai Konstantinopel akan semakin mempermudah penyebaran agama Islam ke Benua ekonomi, dengan menguasai Konstantinopel maka umat Islam akan menguasai jalur perdagangan antarbenua tersebut. Hanya saja, bagaimana pun banyak yang berpendapat upaya penaklukan konstantinopel merupakan suatu usaha yang dilakukan oleh kaum muslimin bukan semata-mata karena nilai strategisnya tetapi juga dalam rangka mewujudkan hadis Nabi Muhammad yang mengatakan perihal kejatuhan kota ini ke tangan kaum muslimin. Baca Juga Simbol KedigdayaanKonstantinopel merupakan sebuah negeri indah, makmur yang menjadi salah satu simbol kedigdayaan berabad-abad lamanya. Kekaisaran Byzantium tegak kokoh menduduki singgasana kekuasaan yang menggoda semua penguasa kerajaan. Bahkan Napoleon Bonaparte, kaisar dan jenderal kebanggaan Perancis di abad 19 tidak sanggup menahan ungkapan hasratnya tentang negeri itu, “…kalaulah dunia ini sebuah negara, maka konstantinopel inilah yang paling layak menjadi ibu negaranya!” ujarnya. Abu Fatah Grania 325.Konstantinopel dibangun oleh Konstantin I pada tahun 330 M, atau 200 tahun sebelum kelahiran Rasulullah SAW. Negeri ini memecah kekuasaan Romawi menjadi Romawi Timur dan menjadi pusat penyebaran agama Kristen Yunani Ortodoks. Sementara Romawi Barat menjadi pusat Kristen Eropa terbelah dua disebabkan perbedaan penganut Kristen saat itu. Ketika Heraklius menjadi kaisar pada abad ke-6, Rasulullah sempat menyuratinya untuk masuk ke dalam agama Islam, namun seruan dakwah Rasulullah belum bisa diikuti oleh kaisar Kristen tersebut. Baca Juga Heraklius lalu membalas ajakan baginda Rasulullah SAW dengan penghormatan terhadap beliau. Secara pribadi ia meyakini kebenaran Rasulullah namun ia belum siap menjadi pembebasan Konstantinopel setidaknya dilakukan sebanyak 8 kali oleh umat Islam. Muhammad Farid Bik dalam buku “Taarikh ad-Daulah al-Aliyyah al-Utsmaaniyah” bahkan menyebut sebanyak 12 kali. Dan yang ke-12 itu dilakukan Muhammad ada lima kali pada dianasti Umayyah, satu kali pada Dinasti Abbasiyah, dan dua kali pada masa Utsmaniyah. Sahabat Nabi, Abu Ayyub al-Anshari, ikut serta dalam upaya penaklukan yang pertama kali dalam menyerbu Konstantinopel pada tahun 44 H. Beliau gugur dalam pertempuran ini pada usia 80 tahun. Baca juga Erdogan Jadi Masjid, Salat Pertama di Hagia Sophia 24 Juli
loading...Sultan Muhammad Al-Fatih telah menjadi jawaban dari bisyarah Rasulullah SAW. Foto/Ilustrasi ist Hadis yang membahas tentang penaklukan Roma oleh kaum muslimin diriwayatkan Imam Ahmad bin Hanbal dalam Musnadnya. Rasulullah SAW bersabda “ Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan.” Sultan Muhammad Al-Fatih telah menjadi jawaban dari bisyarah Rasulullah SAW tersebut. Prof Dr Ali Muhammad Ash-Shalabi dalam bukunya berjudul "Bangkit dan Runtuhnya Khilafah Utsmaniyah", menjelaskan sesungguhnya, penaklukan Konstantinopel tidak dimulai dari nol. "la merupakan hasil akumulatif perjuangan kaum muslimin selama berabad-abad, sejak awal masa berkembangnya Islam. Hal itu didorong oleh kabar gembira yang pernah diucapkan Rasulullah, sebagaimana hadis tersebut," perhatian untuk kembali menaklukkan Konstantinopel semakin kuat bersamaan dengan munculnya pemerintahan Bani Utsmani. Baca Juga Kalau diperhatikan, ternyata para Sultan Bani Utsman termasuk para pemimpin yang memiliki pemahaman fikih yang sangat kuat tentang perlunya menyediakan segala faktor-faktor yang dibutuhkan, untuk mencapai tujuan. Muhammad Al-Fatih sendiri termasuk Sultan yang sangat getol menempuh jalan itu dalam perjalanan jihadnya. Dia sangat tekun berusaha menjalankan firman Allah yang berbunyiوَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ وَمِنْ رِبَاطِ الْخَيْلِ”Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang" QS Al-Anfal 60Muhammad Al-Fatih memahami ayat ini, bahwa masalah kemenangan dalam agama ini membutuhkan segala bentuk kekuatan yang beragam. Dia telah mampu menjabarkan makna ayat ini secara aplikatif dalam jihadnya yang diberkahi. Maka dia segera mempersiapkan sebuah pasukan dalam jumlah besar untuk mengepung Kota Konstantinopel. Pada saat itu, tidak ada satu jenis senjata pun yang tidak dia pergunakan. Dari meriam, pasukan berkuda, hingga pasukan saja semua ini membutuhkan kekayaan besar. Dengan sendirinya Sultan sudah memikirkan dari arah mana saja dia akan mendapatkan kekayaaan untuk membiayai perang yang tentu sangat mahal itu. Untuk membuat meriam, peluru, kapal, panah, membeli kuda, membeli minyak, kayu-kayu itu membutuhkan kekayaan tidak kecil. Dapat disimpulkan, penaklukan Konstantinopel tak akan pernah terwujud, jika Khilafah Turki Utsmani fakir-miskin. Baca Juga Pasukan yang mengepung Kota Konstantinopel dipimpin oleh Muhammad Al-Fatih, telah menyiapkan persiapan rohani yang mantap. Mereka belajar di bawah naungan pendidikan yang sangat menekankan makna iman dan takwa sikap amanah, serta melaksanakan risalah. Mereka terdidik dalam makna-makna akidah yang dibimbing oleh para ulama yang ikhlas. Mereka telah menjadikan Kitab Allah dan Sunnah Nabi-Nya sebagai manhaj dalam mendidik individu-individu. Para ulama itu mendidik mereka dengan hal-hal berikutPertama, bahwa Allah itu adalah Tunggal dan tidak memiliki sekutu apa pun. Dia tidak pernah mengambil sahabat wanita, tidak memiliki anak. Dia lepas dari semua sifat kekurangan dan memiliki sifat bahwa Allah adalah Pencipta segala sesuatu dan Pengatur segala urusan sebagaimana لَهُ الْخَلْقُ وَالْأَمْرُ”Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah” QS Al-A’raaf 54Ketiga, bahwa sesungguhnya Allah adalah sumber semua kenikmatan dalam wujud ini, baik njkmat kecil atau besar, yang tampak atau tersembunyi.
Oleh Indriani Mulyanti, Am. Keb. Sosok pahlawan Nan jagoan adalah sosok yang diidam-idamkan oleh mayoritas manusia. Buktinya film yang ber genre action yang menggangkat cerita tentang sosok jagoan alias hero, sangat laris manis. Perusahan DC comics dan Marvel pun berlomba mengilustrasikan sosok hero dalam banyak figur, contohnya Ironman, Batman, Captain Amerika, bahkan yang sangat booming figure jagoan di star wars. Walaupun sosok pahlawan yang dimunculkan tidak masuk akal alias figur khayalan dan hanya ada di dunia imajinasi, tapi yang mengidolakan sosok hero tersebut banyak sekali bahkan dari semua kalangan termasuk anak-anak hingga orang dewasa. BacaJuga Sebagai seorang Muslim, kita wajib berbangga hati. Karena sosok pahlawan alias real hero dikalangan Muslim sangatlah banyak. Sosok Jagoan yang benar – benar membuat hati musuh bergetar saat namanya diucapkan. Pahlawan yang menegakkan kalimat Allah di mukabumi. Pembela kebenaran dan penebar cahaya Islam. Salah satu sosok hero Muslim yang hebat adalah Muhammad alfatih sang penakluk konstantinopel Mehmed the Conqueror. Sultan Muhammad al-Fatih dilahirkan pada 27 Rajab 835 H/30 Maret 1432 M di Kota Erdine, ibu kota Daulah Utsmaniyah saat itu. Ia adalah putra dari Sultan Murad II yang merupakan raja keenam Daulah Utsmaniyah. Sultan Murad II memberikan pendidikan yang terbaik kepada setiap anaknya, termasuk kepada Muhammad Alfatih. Sultan Murad II menunjuk Syekh Ahmad ibn Ismail al Kurani sebagai guru khusus untuk mendampingi Muhammad Alfatih. Beliau seorang ulama yang faham sekali dengan Al Qur’an. Tak heran sejak kecil Muhammad al-Fatih sudah menghafalkan Al-Quran 30 Juz, mempelajari hadits-hadits, mempelajari ilmu fiqih, matematika, ilmu falaq , pandai berbicara 6 bahasa dan cerdik dalam menyusun strategi perang. Bisyarah Rasulullah SAW Al-Fatih sejak kecil sudah dipersiapkan untuk menjadi pemimpin, namun tetap dalam bimbingan para ulama. Sehingga pemikirannya tetap berada di jalan yang benar. Setiap Hari Muhammad Alfatih di motivasi untuk menjadi sebaik-baiknya pemimpin yg disebutkan dalam bisyarah Rasullullah SAW , yaitu menaklukan konstatinopel. Bisyarah adalah sebuah kabar gembira yang Allah turunkan kepada ummatnya, baik melalui al-Qur’an ataupun melalui ucapan Rasulullah SAW. Salah satu bisyarah yang memotivasi Muhammad Alfatih adalah bisyarah Rasulullah yang disampakan oleh Abdullah bin Amru pada sahabat Abdullah bin Amru bin Al-Ash berkata, “bahwa ketika kami duduk di sekeliling Rasulullah SAW untuk menulis, tiba-tiba beliau SAW ditanya tentang kota manakah yang akan ditaklukkan terlebih dahulu, Konstantinopel atau Roma. Rasulullah SAW menjawab, “Kota Heraklius terlebih dahulu maksudnya Konstantinopel” HR Ahmad. Kalian pasti akan membebaskan Konstantinopel, sehebat-hebat Amir panglima perang adalah Amir-nya dan sekuat-kuatnya pasukan adalah pasukannya HR Ahmad. Sang guru tanpa merasa lelah setiap Hari selalu membacakan bisyarah Rasulullah SAW tersebut kepada Muhammad Alfatih dan ajaibnya setiap Muhammad Alfatih mendengarkan bisyarah, otomatis semangatnya semakin menggebu-gebu untuk merealisasikan penaklukan konstatinopel. Penaklukan konstatinopel Konstantinopel merupakan salah satu kota terbesar dan benteng terkuat di dunia saat itu, dikelilingi lautan dari tiga sisi sekaligus, yaitu selat Bosphorus, Laut Marmarah dan Tanduk Emas golden horn yang dijaga dengan rantai yang sangat besar, hingga tidak memungkinkan untuk masuknya kapal musuh ke dalamnya. Kokohnya benteng konstatinopel sangat terkenal ke seluruh dunia, banyak ekspedisi penaklukan yang gagal membobol benteng tersebut. Benteng konstantinopel dibuat tahun 300-an Masehi oleh Kaisar Konstantin I dan belum pernah runtuh sampai 1453 M. Selama 1123 tahun benteng itu kokoh berdiri melindungi seluruh penduduk didalamnya. Benteng konstantinopel terdiri dari tiga lapisan yang kuat, masing-masing tinggi bangunannya 18meter. Di lapisan pertama, ada parit. Pasukan berkuda berhenti tepat sebelum parit. Parit itu panjangnya 20 meter, dalamnya 10 meter. siapapun pasukan yang mencoba berenang akan dipanah dari lapis kedua. Lapisan kedua, pasukan pemanah dan pasukan penyiram minyak. manjat tembok dipanah dan disiram minyak kemudian dibakar hidup-hidup. lapisan kedua tingginya 5 meter, tebalnya 3 meter. Lapisan ketiga, ada pauskan pemanah, pelempar batu dan penyiram minyak. tinggi lapisan ketiga 8 meter, tebal 5 meter. Maka penaklukan konstantinopel pun dilakukan oleh Muhammad al-Fatih dengan strategi perang yang tidak biasa. Memindahkan 70 kapal melewati bukit hanya dalam satu malam dengan bermodalkan tenaga para prajuritnya. Membobol benteng dengan menggunakan meriam raksasa yang dibuat oleh orban. Panjang meriam ini adalah 8 meter dengan berat mencapai 16,8 ton dan berdiameter 750 mm. Meriam ini mampu melemparkan peluru bola dari batu dengan diameter 63 cm sampai sejauh 2 kilometer Pengepungan yang dimulai tanggal 6 April 1453 Masehi yang berlangsung selama 50hari. Muhammad al-Fatih merupakan sultan ketujuh dalam sejarah Bani Utsmaniah. Arti Al-Fatih dalam namanya adalah gelar yang di berikan kepadanya, karena ialah yang Sultan yang berhasil menaklukkan kekuasaan Kerajaan Romawi Timur yang telah berkuasa selama 11 abad di Konstantinopel. Kota Roma bisyarah yang belum terealisasi Konstatinopel adalah kota simbol kekuasaan Romawi timur, sedangkan kota Roma simbol kekuatan Romawi barat sekaligus simbol kekuatan Nasrani terbesar di dunia. Pemisahan wilayah menjadi Romawi timur dan barat tak lain didasari karena perbedaan agama. Romawi Barat menganut paham Kristen Trinitas politeisme. Disinilah Paus memimpin kekuasaan agama Kristen. Sementara Romawi di Asia Kecil menganut Kristen Ortodoks. Bahasanya pun berbeda. Di Barat menggunakan bahasa Yunani. Sementara di Timur mengenakan bahasa Latin Konstatinopel sudah ditaklukan setelah 800 tahun dari bisyarah nabi diiucapkan, sedangkan Kota Roma belum juga bisa dibebaskan oleh kaum muslimin sampai saat ini. Di bisyarah nabi dikabarkan, cahaya Islam akan masuk ke kota Roma dan cahaya Islam menyebar di kota tersebut. Rasulullah SAW tidak secara rinci menyebutkan kapan penaklukan Roma akan terjadi dan siapa yang bisa menaklukkannya. Tapi yang harus kita cermati bahwa ketika kita berupaya untuk mewujudkan bisyarah nabi membebaskan kota Roma, maka kita harus memiliki kekuatan yang besar. Kekuatan yang minimal setara dengan kekuatan pasukan al-Fatih saat menaklukan konstantinopel dulu. Kekuatan negara yang menghimpun semangat kaum muslimin untuk melakukan jihad fisabilillah dalam menebar cahaya Islam keseluruh penjuru dunia. Syaikh Al-Albani menulis; “Penaklukan pertama Konstantinopel telah berhasil direalisasikan melalui tangan Muhammad Al-Fatih al-Utsmani. Seperti yang telah diketahui, penaklukan itu terealisasi setelah lebih dari delapan ratus tahun sejak kabar gembira itu disampaikan oleh Nabi saw. Dan pembebasan kedua yaitu penaklukan kota Roma dengan izin Allah juga pasti akan terealisasi. Sungguh, beritanya akan anda ketahui di kemudian hari. Tidak diragukan juga bahwa realisasi pembebasan kedua itu menuntut kembalinya Khilafah Rasyidah ke tengah-tengah umat Muslim.” Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, jld. 1, hlm. 33, no hadits. 1329. Wallahu alam bissowab